Sang Penjaga Adat

Sekolah kejuruan sudah biasa kan? Ada dimana-mana di penjuru Nusantara. Nah, di Papua ada sekolah yang lain dari yang lain. Sekolah adat!

Iya, di Kabupaten Jayapura terdapat Sekolah Adat yang terletak di Kampung Hobong, Distrik Sentani Timur. Kampung ini terletak di pinggiran Danau Sentani. Jadi kalau anda sedang berwisata ke danau terluas di Papua ini, sempatkan mampir yak ke Sekolah Adat Kampung Hobong yang aktif setiap Selasa dan Kamis. Ini juga menjadi sekolah adat pertama yang ada di Tanah Papua loh.

Niatan luhur didirikannya sekolah adat dengan inisiasi masyarakat adat Kampung Hobong ini, tak lain untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal. Anak-anak yang rata-rata usia SD hingga SMP mendapatkan beragam mata pelajaran, seperti Bahasa Sentani, Mam atau adat istiadat, Relime Ahuba alias cerita rakyat, Rembung Hena yang merupakan benda budaya. Hingga Ebe Helai (kuliner), Koibhe yang merupakan mata pelajaran menyanyi dan menari, Rakahomoi yang merupakan seni pahat, serta Mehale alias kerajinan tangan seperti tifa, keranjang tradisional olong.

Keberadaan sekolah adat mengajarkan berbagai hal yang berhubungan dengan adat-istiadat, benda-benda yang berhubungan dengan tradisi, norma dan batasan hak dan ulayat, nilai budaya dan kearifan lokal sebagai bagian jati diri masyarakat Papua. Dengan demikian, pemahaman atas system adat pada generasi muda diharapkan dapat memperkuat interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat.

Melestarikan budaya lokal seperti yang dilakukan para generasi muda di Kabupaten Jayapura, merupakan langkah kecil yang luar biasa. Wujud kecintaan dan kebanggaan atas budaya mereka sendiri. Mengenal lebih dekat budaya mereka, sebagai bagian keragaman dan kekayaan Nusantara. Khenambai Umbai. Satu hati, satu jiwa.