Pageralan Festival Danau Sentani

7 Alasan Kenapa Harus Datang Ke Kabupaten Jayapura

Untuk mencapai Papua, provinsi yang terletak di ujung timur Indonesia ini, kamu setidaknya harus menempuh penerbangan selama 5 jam dari Jakarta, bahkan lebih lama jika transit di kota lain. Sungguh membuang waktu dan tenaga untuk jauh-jauh datang kemari demi berlibur, bukan? Jangan buru-buru menilai, karena Papua bisa jadi destinasi wisata favorit baru buat kamu, lho!

Nah, Kabupaten Jayapura menjadi wilayah yang paling mudah dikunjungi untuk mengenal Papua lebih jauh. Pasalnya, Bandara Sentani yang menjadi pintu gerbang menuju Provinsi Papua, terletak di kabupaten ini.

Lantas ada apa saja sih, di Kabupaten Jayapura? Berikut beberapa alasan kenapa kamu harus datang mengunjungi satu dari 29 kabupaten di Provinsi Papua ini.

 

  1. Berwisata di danau yang memikat

    Danau Sentani, merupakan salah satu danau terbesar di Papua yang terletak di Kabupaten Jayapura. Tak usah ragukan keindahannya. Kamu bisa berkeliling menjelajahi Danau Sentani yang dikelilingi lanskap bukit-bukit dan pegunungan yang menambah keindahannya. Melihat kehidupan masyarakat lokal di beberapa kampung-kampung adat.

    Pemandangan Danau Sentani dari Bukit Teletubbies
    Pemandangan Danau Sentani dari Bukit Teletubbies

    Misalnya, Desa Yokiwa yang tahun 2018 lalu menjadi nominasi “Kampung Adat Terpopuler 2018” versi Anugerah Pesona Indonesia. Selain Danau Sentani, ada pulau danau lain yang ga kalah keren dan memikatnya, yaitu Danau Love atau Danau Imfote yang bentuknya mirip hati.

    Baca juga: Danau Love, telaga cinta yang unik nan romantis

    Desa Yokiwa Sentanti Jayapura
    Desa Yokiwa, Sentanti, Jayapura
  2. Menikmati pantai alami nan sepi

    Alasan berikutnya, adalah Kabupaten Jayapura juga memiliki pantai-pantai indah yang tak kalah menariknya. Asiknya, pantai-pantai ini sepi dan jauh dari hiruk pikuk, sangat cocok bagi para penyuka ketenangan. Snorkeling, diving, hingga bird watching bisa dilakukan di sejumlah pantai, seperti Pantai Tablanusu, Depapre hingga Pantai Harlem.

    Baca juga: Rekomendasi pantai di Jayapura yang wajib kamu kunjungi

    Pantai Harlem Jayapura drone
    Pantai Harlem, Jayapura (Photo Drone by: Ayojalanjalan.com)
  3. Menjelajahi Cagar Alam Pegunungan Cycloop

    Tak hanya bisa berjemur di pantai, di Kabupaten Jayapura kamu bisa pula menikmati pula angin segar khas dataran tinggi. Naiklah ke pegunungan Cycloop—atau yang dikenal juga dengan nama Dobonsolo—untuk menikmati panorama alam Jayapura dari ketinggian, atau bagi penyuka tantangan, kamu bisa hiking ke puncaknya. Selain pepohonan yang teduh, Cagar Alam ini pun lengkap dengan air terjun cantik dengan air yang super jernih.

    Baca selengkapnya: Pegunungan Cycloop, sang benteng alami Jayapura

  4. Flora dan fauna eksotis

    Memiliki ekosistem yang khas, kawasan hutan Cagar Alam Pegunungan Cycloops juga menjadi rumah bagi beragam spesies tumbuhan dan satwa yang dilindungi. Tak heran, Cagar Alam Cyclops kerap dijadikan lokasi penelitian. Kapan lagi bertemu langsung dengan Cendrawasih, Kuskus Tutul hitam, Kanguru pohon, bandikut, burung mandar gunung, atau ekidna di habitat aslinya?

    Sementara di Danau Sentani terdapat beragam spesies ikan tawar endemik seperti ikan merah dan hiu gergaji yang keberadaannya semakin langka.

  5. Budaya paling eksotis

    Di Kabupaten Jayapura, kamu bisa mengenal lebih jauh akan keunikan budaya Papua, berkat beragam suku yang ada. Tak kurang ada 9 etnis asli, terdiri atas Suku Sentani, Suku Moi, Suku Tepra, Suku Ormu, Suku Yokari, Suku Jouwwarry, Suku Demutru, Suku Elseng hingga Oktrim. Selain itu, terdapat sekitar 18 bahasa pengantar asli yang digunakan beragam suku di sini, tersebar di danau, pesisir, hingga pegunungan.

    Boleh dibilang, Kabupaten Jayapura menjadi etalase budaya “Papua” kecil, khususnya untuk menelisik potret ritual budaya masyarakat pesisir. Melalui pakaian adat, aksesoris, maupun tarian adat.

    Misalnya tarian adat seperti Isosolo yang merupakan arak-arakan perahu di sungai dan rutin dipertunjukkan di Festival Danau Sentani lengkap dengan alat musik tradisional yang membahana. Lalu ada pula rumah adat Obhe yang berbeda dengan Honai-rumah adat Suku Asmat.

    Tarian Isosolo saat Festival Danau Sentani
    Tarian Isosolo saat perhelatan Festival Danau Sentani
  6. Kuliner unik

    Olahan sagu menjadi kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Jayapura. Salah satu makanan olahan sagu yang menjadi kuliner khas Papua adalah Papeda. Papeda akan semakin nikmat bila ditambah dengan kuah ikan kuning sebagai pelengkap.

    Selain itu, jangan lupa untuk mencicipi buah Matoa yang merupakan buah khas Papua.

    Baca juga: Makanan Papeda, masakan khas Papua yang harus kamu coba

    Makanan Papeda masakan khas Papua
    Makanan Papeda, masakan khas Papua
  7. Jejak sejarah

    Alasan lainnya, ada banyak jejak sejarah di Kabupaten Jayapura yang bisa kamu telusuri. Mulai dari peninggalan Perang Dunia Ke II, seperti Tugu Mac Arthur yang tersohor, hingga jejak purba berupa pahatan batu dari pendatang pertama di wilayah ini.

    Baca cerita selengkapnya: Tugu mac Arthur dan jejak Perang Dunia II di Jayapura

    Tugu Mac Arthur Sentani Kabupaten Jayapura
    Tugu Mac Arthur, Sentani, Jayapura

    Tangki minyak peninggalan Perang Dunai II
    Tangki minyak peninggalan Perang Dunai II (Photo by: Cool4myeyes.com)

Related Posts