Mace sedang merajut Tas Noken

Tas Noken, Tas Rajut Tradisional Khas Papua yang Diakui UNESCO

Siapa yang tak kenal dengan Tas Noken? Tas rajut tradisional khas masyarakat Papua. Kalau kamu berkesempatan berlibur ke Papua, kamu tidak akan asing dengan pemandangan yang satu ini: ibu-ibu, kaum lelaki hingga anak sekolah membawa tas dengan bentuk jaring-jaring. Entah itu ke sekolah, ke tempat kerja, ke pasar bahkan hingga ke kebun.

Inilah Tas Noken. Fungsinya sama dengan tas pada umumnya yang digunakan untuk membawa berbagai keperluan sehari-hari oleh masyarakat Papua. Namun, tas ini bukan sembarangan tas, lho! Tas Noken ini telah diakui sebagai warisan kebudayaan dunia oleh UNESCO. Pengakuan lembaga kelas dunia itu mengukuhkan Noken sebagai warisan budaya lebih dari 200 suku yang ada di Papua. Keren, kan?

Baca juga: Mengenal tembikar dari Kampung Abar Sentani

Tas Noken tas rajut tradisional Papua
Tas Noken

Noken terbuat dari bahan benang manira atau kulit kayu/daun yang sudah dikeringkan dan dirajut. Kalau kamu berpikir bahan ini rapuh, maka kamu keliru. Tas Noken tradisional yang biasa digunakan oleh para mama-mama alias Mace di Papua bisa membawa barang, bahan makanan, hingga menggendong anak atau hewan. Jadi, kebayang, dong, bagaimana kekuatan tas ini. Karena seekor babi pun bisa diangkut menggunakan Tas Noken ini.

Keunikan lainnya, Tas Noken hanya boleh dibuat oleh wanita Papua saja. Dahulu, kemampuan seorang wanita Papua dalam membuat Noken bahkan dianggap sebagai tanda bahwa ia sudah dewasa dan layak menikah.

Baca juga: Kampung Asei, pelestari lukisan kulit kayu Papua

Merajut Noken sangat butuh ketelatenan dan kesabaran, karena prosesnya yang lumayan panjang. Tas Noken berukuran kecil dari bahan kain dapat diselesaikan dalam waktu sehari. Tetapi semakin besar ukuran dan semakin sulit bahan dasarnya, maka proses pembuatannya pun semakin lama. Satu Tas Noken ada yang baru bisa selesai dalam waktu sebulan. Pasalnya, bahan utamanya harus dicari dulu di hutan, dikeringkan, baru kemudian dirajut sesuai ukuran dan motif yang diinginkan.

Nah, kalau kamu tertarik membeli Noken, tenang saja, kerajinan tas rajut tradisional ini sudah banyak diproduksi sebagai oleh-oleh khas Papua. Harganya berkisar dari Rp 100.000 hingga jutaan rupiah, tergantung bahan, ukuran, dan juga variasi rajutannya. Dengan membeli Noken, kamu bukan hanya turut melestarikan budaya saja, tapi juga membeli produk yang dibuat dengan penuh cinta dan ketelatenan para Mace. Eco-friendly sekaligus produk artisan.

Related Posts